Tim Ahli Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) Mulai Melakukan Evaluasi Permohonan Penetapan Limbah B3 sebagai Produk Samping dan Pengecualian Limbah B3
March 7, 2018

Mengawali Tahun 2018, telah dilaksanakan dua kali pertemuan Tim Ahli Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3). Tim Ahli Limbah B3 ditunjuk oleh Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan berdasarkan SK Menteri LHK Nomor 683/Menlhk/Setjen/PLB3/12/2017 yang berjumlah 14 orang dan diketuai oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Ibu Rosa Vivien Ratnawati. Sekretaris Tim Ahli Limbah B3 adalah  Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 dan  anggota tim ahli lainnya terdiri dari 12 orang akademisi dengan keahlian antara lain di bidang proses industri, kimia, biologi dan toksikologi.

 

Sebagaimana diamanatkan oleh PP 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) pasal 95 – 98 mengenai Penetapan Limbah B3 sebagai Produk Samping dan pasal 191 – 195 mengenai Pengecualian Limbah B3 dari Pengelolaan Limbah B3,  bahwa salah satu solusi dalam pengelolaan Limbah B3 adalah dengan cara penetapan limbah B3 sebagai produk samping dan pengecualian limbah B3, oleh karena itu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya  telah melaksanakan pertemuan evaluasi permohonan penetapan limbah B3 sebagai produk samping dan permohonan pengecualian limbah B3.

3

 

Saat ini telah masuk sebanyak 47 permohonan, yang terdiri dari  4 permohonan penetapan limbah B3 sebagai produk samping dan 43 permohonan pengecualian limbah B3 dari pengelolaan limbah B3.

 

Pertemuan pertama yang dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2018 yang dihadiri oleh Tim Ahli Limbah B3 telah dibuka oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Ibu Rosa Vivien Ratnawati selaku Ketua Tim Ahli Limbah B3. Pertemuan tersebut adalah untuk mengevaluasi permohonan Penetapan Limbah B3 sebagai produk samping yang diajukan oleh 2 pemohon, yaitu PT. Fermentech Indonesia yang mengajukan produk samping berupa Phosporid Acid (H3PO4) dan PT. Pembangkit Jawa-Bali Unit Pembangkitan Paiton, yang mengajukan produk samping berupa Fly Ash. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah untuk menjadi produk samping antara lain produk samping dihasilkan dari suatu proses industri yang terintegrasi dengan proses yang menghasilkan produk utama yang berasal dari satu siklus tertutup produksi yang terintegrasi dan penggunaannya bersifat pasti dan dapat langsung digunakan serta memenuhi syarat dan/ atau standar produk tertentu.

 

Pada pertemuan kedua yang berlangsung pada tanggal 22 -23 Februari 2018, sesuai arahan ketua Tim Ahli Limbah B3 pertemuan dipimpin oleh Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 Bapak Sayid Muhadhar selaku Sekretaris Tim Ahli Limbah B3. Pertemuan dihadiri juga oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Bapak Dr. Ir. Ilyas Asaad, MP., MH. Pada pertemuan ini, tim ahli melanjutkan evaluasinya terhadap permohonan penetapan Limbah B3 sebagai produk samping PT. Pembangkit Jawa Bali – Unit Pembangkit Paiton 1 dan 2 dan mengevaluasi dokumen kerangka acuan pengecualian limbah B3 dari pengelolaan Limbah B3 terhadap permohonan dari PT. Musim Mas – Belawan, PT. Musim Mas – Batam, PT. Berkat Sawit Sejati, dan PT. Smart Tbk, – Refinary Marunda.

 

Ketua Tim Ahli dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan latar belakang kepakaran yang dimiliki oleh anggota tim ahli limbah B3, diharapkan hasil evaluasi ini didapatkan berdasarkan sudut pandang keahlian dari beragam latar belakang tim ahli limbah B3 tersebut. Selain ucapan terima kasih atas kesediaan tim ahli untuk bertemu, beliau juga mengingatkan target pertemuan adalah untuk memperoleh data-data selengkap mungkin dari pemohon sehingga dapat dipastikan untuk permohonan pengecualian dapat dilanjutkan ke tahap uji karakteristik,, sedangkan untuk permohonan sebagai produk samping sebelum ditetapkan oleh SK Menteri KLHK harus dipastikan telah memenuhi standar yang ada dan manajemen pengelolaannya tidak akan memberikan dampak negatif kepada lingkungan dan manusia.

 

Hasil dari pertemuan evaluasi oleh Tim Ahli Limbah B3 tersebut adalah pihak perusahaan masih harus melengkapi kekurangan data dan informasi pada dokumen kerangka acuan pengecualian Limbah B3 dan dokumen penetapan sebagai produk samping sesuai hasil diskusi dengan Tim Ahli Limbah B3. (01P&N0318)

 

 

48974 Total 117 Pengunjung
Copyright © 2018 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ditjen PSLB3 | All Right Reserved